CURHAT Menebar Manfaat

Menghafal Al Quran Metode Ritme Otak

.
Dengan mengucap bismillahirrohmaanirrohiim aku memulai belajar menghafal Al-Quran dengan metode ritme otak. Sebenarnya secara teknisnya aku belum faham betul apa yang disebut dengan Al-Quran metode ritme otak karena baru satu kali ta'lim. Di sini aku akan mencoba menjelaskan sejauh yang aku tangkap dari guru aku yaitu Ustadz Abu Askar semoga Alloh merahmati beliau.
Menghafal Al Quran itu mudah seperti halnya menghafal lagu atau musik, karena otak kanan lebih kuat menyimpan memori dan dapat di akses kembali dengan mudah jika data/informasinya dalam bentuk ritme, penjelasannya adalah sebagai berikut :
Otak terbagi atas otak kiri dan otak kanan. Fungsi otak kiri berkaitan dengan logika, angka, tulisan, kecerdasan, hitungan, analisa, dan untuk ingatan jangka pendek (short term memory).
Sedangkan otak kanan digunakan untuk kreativitas, imajinasi, musik, warna, bentuk, emosi dan untuk ingatan jangka panjang (long term memory).
Ingatan kita akan lebih bertahan lama jika dalam mengingat menggunakan otak kanan.. Sayangnya, lebih banyak orang yang menggunakan otak kiri dalam proses mengingat. Otak kiri kebanyakan orang lebih berkembang tanpa diimbangi perkembangan otak kanan. Karena otak kiri merupakan ingatan jangka pendek, maka informasi yang disimpan di otak kiri akan lebih mudah terlupakan.
Oleh karena itu, jika ingin menyimpan dalam otak kanan, informasi harus diubah menjadi cerita, gambar atau musik. Karena otak kanan tidak mengenal tulisan atau angka. Contohnya: yang kini sedang popular di negara kita adalah lagu "Chaiya Chaiya" lebih cepat dihafal meskipun tidak tahu artinya.
Tetapi kemudian Seorang peneliti, Donald Hodges, mengemukakan bahwa bagian otak yang dikenal sebagai Planum Temporale dan Corpus Callosum memiliki ukuran lebih besar pada otak musisi jika dibandingkan dengan mereka yang bukan musisi. Kedua bagian ini bahkan lebih besar lagi jika para musisi tersebut telah belajar musik sejak usia yang masih sangat muda yakni di bawah usia tujuh tahun. Gilman dan Newman (1996) mengemukakan bahwa Planum Temporale adalah bagian otak yang banyak berperan dalam proses verbal dan pendengaran, sedangkan Corpus Callosum berfungsi sebagai pengirim pesan berita dari otak kiri kesebelah kanan dan sebaliknya.
Walaupun banyak peneliti mengatakan bahwa kemampuan musikal seseorang berpusat pada belahan otak kanan, namun pada proses perkembangannya proporsi kemampuan yang tadinya terhimpun hanya pada otak kanan akan menyebar melalui Corpus Callosum kebelahan otak kiri. Akibatnya, kemampuan tersebut berpengaruh pada perkembangan linguistik seseorang. Dr. Lawrence Parsons dari Universitas Texas San Antonio menemukan data bahwa harmoni, melodi dan ritme memiliki perbedaan pola aktivitas pada otak. Melodi menghasilkan gelombang otak yang sama pada otak kiri maupun kanan, sedangkan harmoni dan ritme lebih terfokus pada belahan otak kiri saja. Namun secara keseluruhan, musik melibatkan hampir seluruh bagian otak. Dr. Gottfried Schlaug dari Boston mengemukakan bahwa otak seorang laki-laki musisi memiliki Cerebellum (otak kecil) 5% lebih besar dibandingkan yang bukan musisi. Kesemua ini memberikan pengertian bahwa latihan musik memberikan dampak tertentu pada proses perkembangan otak.
Sumber : http://www.kedaiberita.com/Alternatif/saatnya-untuk-melatih-otak.html dan http://www.ceploq.com/musik/mendengar-musik-dan-manfaatnya.html
Sekarang bagaimana dengan menghafal Al Quran? Apakah lebih mudah dihafal dibandingkan dengan musik?. Tentu saja Al Quran lebih mudah dihafal karena Alloh SWT. telah menegaskan dalam Al quran surat :Al-Qomar:17,22,32,40, yang artinya:
Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk diingat (dihafal), maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
Walloohu a'lam.
0 Komentar untuk "Menghafal Al Quran Metode Ritme Otak"
Back To Top