CURHAT Menebar Manfaat

Ikhlas berbagi di hari yang Fitri

.


Bisa melalui hari-hari idul fitri di tempat kelahiranku, bagiku merupakan nikmat ALLOH yang sangat besar. Kenikmatan ini bukan hanya karena dapat libur panjang, THR yang besar atau tersedianya makanan dan minuman yang serba enak. Kenikmatan yang tiada taranya ini adalah karena aku bisa kumpul bersilaturahmi bersama orang tua, saudara dan keluarga besarku. Kebersamaan ini merupakan sesuatu yang jarang bisa aku dapatkan di bulan-bulan lainnya. Aktivitas rutin cari nafkah dan kesibukan keluarga telah menyita sebagian besar waktuku. Kegembiraan dan kebahagiaan yang kurasakan dalam kebersamaan ini membuat aku betah untuk ingin berlama-lama di tengah-tengah mereka. Ingin rasanya aku punya banyak waktu bersama mereka yang aku cintai.

Kebahagiaan semakin lengkap ketika aku bisa berbagi dengan mereka. Bahagia rasanya ketika aku bisa berbagi dengan saudara-saudaraku yang masih membutuhkan uluran tangan. Alhamdulillah aku bersyukur kepada Alloh yang telah menitipkan rezkiNya padaku dan bisa berbagi walau belum banyak. Pucuk dicinta maka ulam pun tiba, keluargaku sepakat untuk membuat kebersamaan semakin indah dengan menghimpun dana dari beberapa anggota keluarga yang telah berpenghasilan.

Indahnya kebahagiaanku semakin dalam seandainya aku bisa berbagi tidak hanya berbagi ikan, tapi juga bisa berbagi pancing. Ya, aku juga ingin memulai untuk berbagi ilmu dengan mereka. Aku ingin mereka memiliki semangat yang tinggi untuk memperbaiki hidup mereka. Aku ingin mereka punya harapan tinggi dan Kuat terhadap pertolongan dan kasih sayang Alloh SWT.

Kesempatan berbagi ilmu itu datang saat keluarga kumpul di hari ketiga Idul fitri. Saat itulah aku menyampaikan kepada saudaraku bahwa harapan dan semangat yang tinggi untuk mendapatkan apa yang diinginkan hanya bisa diraih manakala kita terbebas dari rasa takut yang tidak wajar dan berlebihan. Kebahagiaan bisa diraih manakala kita hanya takut kepada Alloh SWT. Selain kepada Alloh kita tidak seharusnya takut karena justru ketakutan itu hanya akan membawa kita kepada kesengsaraan dan penderitaan.

Ketakutan yang sangat kuat kepada selain ALLOH SWT. harus dihilangkan karena akan menghambat kemajuan dalam hidup kita. Ketakutan kepada sesuatu yang nyata atau fisik yang kita jumpai akan muncul sebagai “phobia” yang membuat kita menderita dan juga menghambat kemajuan. Cobalah kita ambil contoh ketakutan untuk bicara di depan umum buat sebagian orang bisa bikin perut mules atau keluar keringat dingin meskipun dalam ruangan ber AC. Boro-boro orang lain dapat informasi dari apa yang kita katakan, malah kita dibikin sakit karena ketakutan itu. Takut pada ketinggian juga menghambat kita untuk dapat pekerjaan di gedung-gedung bertingkat, atau pergi dengan pesawat terbang menikmati kota-kota di belahan dunia lain.

Ketakutan kepada sesuatu yang nyata atau fisik bisa”nyata” kita rasakan akibatnya senyata objek ketakutannya (simak lagi contoh di atas). Lain halnya jika objek ketakutan itu tidak nyata, maka kita tidak sadar bahwa akibatnya sedang menimpa diri kita. Ketakutan yang tidak nyata tersebut lebih tepat sebagai mental blok yang ada dalam diri kita atau dalam pikiran kita. Bisa kita bayangkan jika seseorang yang ingin berwira usaha tetapi takut gagal, maka cita-cita menjadi seorang pengusaha tidak akan kesampaian. Seseorang yang bercita-cita menjadi orang kaya tetapi punya ketakutan dan kekhawatiran jika memegang uang maka dia selamanya tidak akan punya uang banyak. Ada banyak lagi mental blok atau objek ketakutan yang tidak nyata lainnya yang bisa menghambat dalam mencapai apa yang kita inginkan, tetapi itu semua hanya dimiliki oleh orang yang dipenjara pikirannya sendiri. Bagi mereka yang pikirannya merdeka, apapun di dunia ini adalah karunia yang sangat besar dari Alloh SWT. Jadi ketakutan itu harus dihilangkan!.

Bagi mereka yang punya keintiman dengan Sang Maha Pencipta, Alloh SWT. akan menghilangkan ketakutan mereka dengan munajat dan do’a kepadaNya. Walau bagaimanapun caranya kita harus berusaha untuk mencapai keintiman itu. Tapi ada cara lain bagi kita yang dalam tahap belajar, untuk menghilangkan ketakutan atau phobia.

Cara yang paling sederhana menurutku untuk menghilangkan ketakutan adalah SEFT , singkatan dari Spiritual Emotional Freedom Technique (lihat posting sebelumnya tentang SEFT). Jika dilihat dari kesederhanaannya, cara ini seperti main-main, tetapi menurut pengalamanku hasilnya sangat menakjubkan. Jadi dengan cara SEFT ini ingin semua anggota keluarga besarku terbebas dari ketakutan dan mendapatkan kebahagiaan di dunia ini dan Insya Alloh juga kebahagiaan di akhirat kelak. Mudah-mudahan ALLOH SWT. senantiasa meridhoi langkah kita. Amiin.

Tag : Curhat, SEFT
0 Komentar untuk "Ikhlas berbagi di hari yang Fitri"
Back To Top