CURHAT Menebar Manfaat

Ceramah Lima Menit : Bersedih Tak diajarkan Syariat dan Tak Bermanfaat

Besok tanggal 9 Februari 2012 akan menjadi pengalaman pertamaku ceramah di mesjid dekat rumahku. Tadi pagi setelah solat subuh Bapak DKM bilang ke aku bahwa beliau bermaksud membuat program kegiatan di mesjid kami berupa ceramah lima menit atau CEMIL yang dijadwalkan ba'da sholat subuh hari selasa dan kamis. Terus beliau bilang kalo aku jadi penceramah pertamanya......
Aku enggak mau mengecewakan niat baik beliau dan aku menyanggupinya meskipun aku terus terang sudah lama tidak ceramah di mesjid.....yang aku ingat sih dulu sewaktu aku masih sekolah di SMU....pernah mengisi ceramah kalo nggak salah waktu Romadhon. Jadi sekarang itung-itung bernostalgia.... Aku memang bukan ustadz jadi ya..aku harus nyiapin materi ceramahnya....dan kemudian aku cari tema yang pas di buku "LA TAHZAN"...Alhamdulillah aku menemukan judul yang bagus yaitu:

Bersedih: Tak Diajarkan Syariat dan Tak Bermanfaat

Bersedih itu sangat dilarang. Ini ditegaskan dalam firman Allah yang
berbunyi,
{Dan, janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati.}
(QS. Ali 'Imran: 139)
"Janganlah bersedih atas mereka" (kalimat ini disebut berulangkali dalam
beberapa ayat al-Quran) dan,
{Janganlah kamu bersedih sesungguhnya Allah selalu bersama kita.}
(QS. At-Taubah: 40)
Adapun firman Allah yang menunjukkan bahwa kesedihan (bersedih)
itu tak bermanfaat apapun adalah,
{Niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih
hati.}
(QS. Al-Baqarah: 38)
Bersedih itu hanya akan memadamkan kobaran api semangat,
meredakan tekad, dan membekukan jiwa. Dan kesedihan itu ibarat
penyakit demam yang membuat tubuh menjadi lemas tak berdaya. Mengapa
demikian?
Tak lain, karena kesedihan hanya memiliki daya yang menghentikan
dan bukan menggerakkan. Dan itu artinya sama sekali tidak bermanfaat
bagi hati. Bahkan, kesedihan merupakan satu hal yang paling disenangi
setan. Maka dari itu, setan selalu berupaya agar seorang hamba bersedih
untuk menghentikan setiap langkah dan niat baiknya. Ini telah
diperingatkan Allah dalam firman-Nya,
{Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan supaya orang-orang
mukmin berduka cita.}
(QS. Al-Mujadilah: 10)

Bersedih itu tidak diajarkan dan tidak bermanfaat. Maka dari itu,
Rasulullah s.a.w. senantiasa memohon perlindungan dari Allah agar
dijauhkan dari kesedihan. Beliau selalu berdoa seperti ini,


"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita."

Kesedihan adalah teman akrab kecemasan. Adapun perbedaannya
antara keduanya adalah manakala suatu hal yang tidak disukai hati itu
berkaitan dengan hal-hal yang belum terjadi, ia akan membuahkan
kecemasan. Sedangkan bila berkaitan dengan persoalan masa lalu, maka ia
akan membuahkan kesedihan. Dan persamaannya, keduanya sama-sama
dapat melemahkan semangat dan kehendak hati untuk berbuat suatu
kebaikan.
Kesedihan dapat membuat hidup menjadi keruh. Ia ibarat racun berbisa
bagi jiwa yang dapat menyebabkannya lemah semangat, krisis gairah, dan
galau dalam menghadapi hidup ini. Dan itu, akan berujung pada
ketidakacuhan diri pada kebaikan, ketidakpedulian pada kebajikan,
kehilangan semangat untuk meraih kebahagian, dan kemudian akan
berakhir pada pesimisme dan kebinasaan diri yang tiada tara.

Akhir kata marilah kita memohon kepada Alloh SWT agar dilindungi dari kesedihan:


Amiin. Wassalamu'alaikum wr.wn.
Tag : Catatan
0 Komentar untuk "Ceramah Lima Menit : Bersedih Tak diajarkan Syariat dan Tak Bermanfaat"
Back To Top