CURHAT Menebar Manfaat

Ceramah Lima Menit: Menggapai Bahagia


Bapak/ibu yang dirahmati Alloh, doa yang paling sering dipanjatkan adalah doa minta kebahagiaan, yaitu:
  Rabbana atina Fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina adzabannar
Ya Allah ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab api nerakaMu

 Apa Kebahagiaan Itu?
Definisi Kebahagiaan menurut wikipedia adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan. Berbagai pendekatan filsafat, agama, psikolog,dan biologi telah dilakukan untuk mendefinisikannya.

Bila di tinjau dari ilmu psikologi,   hasil penelitian David Hawkins tentang peta kesadaran yang dikaitkan dengan level energi psikis.....menyatakan bahwa Kebahagiaan adalah emosi positif yang punya level energi 540 (disebut positif karena lebih besar dari 200)
...dan bersama emosi-emosi lain, kebahagiaan dipetakan sbb:

RASA MALU -LEVEL ENERGI 20
RASA BERSALAH -LEVEL ENERGI 30
APATIS/PUTUS -LEVEL ENERGI 50
KESEDIHAN MENDALAM -LEVEL ENERGI 75
TAKUT -LEVEL ENERGI 100
KEINGINAN -LEVEL ENERGI 125
MARAH -LEVEL ENERGI 150
BANGGA -LEVEL ENERGI 175
BERANI -LEVEL ENERGI 200
NETRALITAS -LEVEL ENERGI 250
KEMAUAN -LEVEL ENERGI 310
PENERIMAAN -LEVEL ENERGI 350
BERPIKIR -LEVEL ENERGI 400
SUKA CITA -LEVEL ENERGI 540
KEDAMAIAN -LEVEL ENERGI 600
PENCERAHAN -LEVEL ENERGI 700-1000

Pada ceramah sebelumnya telah dibahas emosi-emosi negatif yaitu yang punya level energi lebih kecil dari 200, seperti, marah, takut, sedih. Emosi-emosi ini disebut negatif karena bersifat menguras energi psikis....


Dalam membahas kebahagiaan perlu dibedakan dengan kesenangan apakah kesenangan itu?, mari kita simak firman Alloh SWT .....

Surah Ali-Imran:14:,"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."

Al-Ghazali menulis di dalam bukunya "kimia kebahagiaan",  bahwa tiap bagian dalam diri manusia masing-masing akan senang dengan segala sesuatu yang  diciptakan untuknya. Syahwat senang memuasi nafsu, kemarahan senang membalas dendam, mata senang melihat obyek-obyek yang indah, telinga senang mendengar suara-suara yang selaras (merdu),..... maka badan senang memakai pakaian yang indah...dan kesenangan yang sesungguhnya adalah bagi Jiwa......itulah KEBAHAGIAAN

Bapak /Ibu kesenangan dunia adalah seperti pakaian yaitu sebagai hiasan yang menambah keindahan bagi pemakainya.....sehingga orang akan merasa senang jika memakainya...

Ibu/bapak umpama kita punya dua lemari

satu untuk menyimpan kekayaan kita seperti pakaian, perhiasan, uang, rumah,mobil, perusahaan, dll
satunya lagi untuk menyimpan kebahagiaan.....

Pertanyaanya adalah, apakah kita akan otomatis bertambah bahagia dengan bertambahnya tumpukan pakaian indah, gepokan uang atau rumah dll?

Jawabannya : TIDAK
contohnya: ada orang yang sedih ketika mendapatkan uang..... karena orang lain mendapat uang lebih banyak dari dia....

Disisi lain ketika lemari harta/penghasilan kita tidak bertambah.... apakah bisa lemari kebahagiaan bertambah?
Jawabannya: BISA
contohnya :  satu keluarga ketika suami dan istri dua2nya bekerja......dan ketika suami saja yang bekerja lebih bahagia ketimbang ....waktu dua-duanya bekerja....padahal penghasilan lebih besar...

Ini tidak lain....karena kebahagian bukan untuk badan.....tetapi untuk bagian lain dari  manusia yaitu Jiwa......

Ibu/bapak  kembali pada lemari kekayaan... biasanya kita menjaganya dengan baik... agar tidak boleh berkurang  atau hilang ( pintu lemari dikunci, lemarinya di masukkan ke kamar kamarnya dikunci pula) .... dan diupayakan sekuat tenaga untuk terus bertambah.....dan apakah mungkin kita memasukkan sampah pada lemari  kekayaan?

Sekarang pernahkah terpikirkan oleh kita menjaga lemari kebahagiaan ini agar kebahagiaan tidak berkurang atau hilang?.....atau apakah kita justru dengan sengaja memasukkan sampah pada lemari  kebahagiaan kita?.....

kita tahu bahwa uang dalam lemari akan berkurang jika dibelanjakan....atau... dicuri..
dan sekarang kebahagiaan akan berkurang jika ada apa......bapak/ ibu?......adanya emosi- emosi negatif seperti yang disebut David Hawkins.... seperti takut, marah, sedih  dll atau dalam istilah saya sampah kebahagiaan.

Bapak/ibu apa yang bisa kita lakukan untuk menggapai bahagia?....saya teringat satu do'a kebahagiaan.....yaitu meminta perlindungan Alloh terhadap sifat: keluh kesah, sedih, takut, bakhil dll sbb:

Allohumma innii auudzubika minal hammi wal hazan wa auudzubika minal ajzi walkasai, wa auudzubika minal jubni wa bukhli, wa auudzu bika min gholabatid-daini wa qohrirrijaal.

Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia. (HR Abu Dawud 4/ 353)


Bapak/ibu yang dirahmati Alloh......Mari kembali kepada Alquran..... Adakah Alloh SWT memberi petunjuk  .......pakaian apakah yang baik dan indah untuk Jiwa...... yang mengisi lemari kebahagiaannya?

Jawabannya adalah TAQWA , hal ini sebagaimana  dalam Surah Al-Araf:26,

"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat."

Alhamdulillah sekarang sudah jelas bahwa untuk menjadi bahagia...seseorang harus memperbanyak taqwa..
Alquran lebih lanjut menerangkan bagaimana pakaian taqwa bisa membuat jiwa seseorang menjadi ...terbebas dari emosi-emosi negatif seperti yang disebut oleh David Hawkins di atas.....dan sekaligus menjadi solusi bagi kebahagiaan yang sesungguhnya..

Inilah beberapa ayat yang bisa jadi renungan:


Surah Ali-Imran: 133-134:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Surah Yunus: 62-63:
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.

Surah Muhammad:36:
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu.......

Surah An-Nisa: 134:
Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.


Surah At-Talaq: 2-3:
......... Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya....

Kembali kepada dua lemari tadi,  ibu/bapak; ketika kita memakai pakaian takwa, maka Alloh SWT :
- melenyapkan emosi marah dengan memaafkan sehingga melegakan dada..... yang artinya membuat bahagia
- melenyapkan sifat takut miskin (kikir)..... itu artinya membahagiakan.
- melenyapkan ketakutan lainnya dan kesedihan.... yang berarti...
- dan  Alloh menyempurnakan nikmatnya dengan memberi kita rizki yang tidak disangka2 ... itu artinya terpenuhi juga lemari kekayaan kita...

Akhirnya .... saya mengajak khususnya kepada diri sendiri ...umumnya kepada bapak/ibu untuk sama memakai pakaian taqwa agar bahagia di dunia, juga bahagia di akhirat kelak....amiiin
Tag : Catatan
0 Komentar untuk "Ceramah Lima Menit: Menggapai Bahagia"
Back To Top