CURHAT Menebar Manfaat

Ceramah Lima Menit: Terapi Suara Bacaan Al-Quran



Ibu/Bapak yang dirahmati Alloh, seorang ahli kesehatan dari Jepang, namanya Dr. Masaru Emoto, pernah menyatakan dalam salah satu bukunya, bahwa pada satu saat orang sakit akan pergi ke apotik untuk membeli obat, tetapi bukan obat untuk dimakan yang berbentuk kapsul atau pil…. Tetapi obat itu berupa compact disk atau CD yang berisi suara-suara tertentu yang harus didengarkan oleh pasien…..
Ibu/bapak yang dirahmati Alloh….ketika membaca pernyataan ini….saya teringat dua ayat dalam Al-Quran, yang menyatakan Al-quran adalah obat/penawar bagi penyakit…… yaitu:
Surah Yunus (10):57,. yang artinya :
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Surah Al-Isra’(17):82, yang artinya :
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

Yang menjadi pertanyaan kita adalah….Penyakit apakah yang bisa di sembuhkan oleh Al-Quran?. ...penyakit fisik?... atau psikis? …. Atau bahasa sederhananya penyakit lahir ? atau penyakit  batin?  Di sini ada dua pendapat…..
Yang perrtama mengatakan bahwa sesuai dengan surah yunus(10):57, bahwa…. Alquran itu penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada…(dalam ada itu ada hati)… jadi penyakit hati…. jadi penyakit batinlah yang bisa disembuhkan oleh Al-Quran.
Pendapat kedua mengatakan bahwa penyakit yang bisa disembuhkan oleh adalah penyakit lahir dan batin.
Ulama yang setuju dengan pendapat kedua yaitu diantaranya  adalah:
Ibnul Qayyim Al-Jauziah, beliau menulis buku “Madarijus Salikin”. Di dalam buku itu diantanya membahas pengobatan dengan Al-Quran.
Kemudian akhir-akhir ini….seorang yang bernama Abduddaim Kahel dari Suriah menulis buku “The Holy Heal”,  Mencegah dan menyembuhkan Penyakit dengan Terapi suara Bacaan Al-Quran dan Bacaan Sholat….

Ibu/bapak yang dirahmati Alloh…… Mengapa suara bisa jadi obat? dan bagaimana suara bisa menyembuhkan?... disini peranan Ilmu Pengetahuan… menjawab pertanyaan tsb.
Singkatnya… bahwa semua makhluk Alloh…. Baik itu makhluk hidup ataupun benda mati… yang kecil maupun yang besar….semuanya bergetar… atau bervibrasi… setiap benda berbeda frekuensi getarnya…. gunung, pohon, binatang, bakteri, virus….dan manusia pun bergetar….Bahkan bagian terkecil dari manusia yakni sel-sel tubuh semuanya bergetar…termasuk sel-sel darah….
Dan cahaya, suara pun bentuknya getaran……khususnya mengenai suara…
Ibu/bapak yang dirahmati ALLOH…. suara yang ditangkap telinga… akan disampaikan ke otak dan kemudian diterjemahkan menjadi respon yang berlainan bagi seluruh anggota tubuh manusia ( jadi anggota tubuh ikut bergetar dengan frekuesni getaran yang berlainan) ….Menurut Ibnul-Qayyim pengaruh Pendegaran itu sangat kuat dibanding dengan penglihatan…..
 Dan menurut peneliti , yang bernama Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis menyatakan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh  (dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara). Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-frekuensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.
Kemudian Seorang peneliti sekaligus musisi namanya Fabian meletakkan sel-sel tubuh yang sehat.. dan menghadapkan pada berbagai suara….Ia menemukan bahwa setiap not skala musik…… dapat memengaruhi ……medan elektromagnetik sel-sel darah.
Ketika ia memotret sel ini dengan kamera khusus…namanya kamera Kirlian, ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektromagnetik sel itu ……berubah sesuai dengan frekuensi-frekuensi suara dan tipe suara orang yang membaca.
Kemudian ia membuat eksperimen lain dengan meletakkan darah orang sakit………. memonitornya dengan kamera Kirlian……..dan meminta pasien untuk membuat berbagai macam suara…….
 Ia menemukan, sesudah memproses gambar, bahwa not tertentu dapat mengakibatkan perubahan pada medan elektromagnetiknya dan menggetarkannya secara seutuhnya dengan merespon suara pemiliknya…….
Dan….. sampailah ia pada penelitian…sel-sel darah yang terkena kanker….. Fabian menyatakan, ‘Suara manusia memiliki nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat.’……….. Fabien menemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, dan pada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat.

Ibu/Bapak ada ayat yang lain yang bisa kita renungi maknanya….yaitu surat Al-Hasyr(59):21, yang artinya,
Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
Jadi ibu/bapak… bukan hanya virus, atau sel kanker yang kecil..bahkan gunung pun akan hancur dengan turunnya Al-quran…karena takut kepada Alloh…Subhanalloh..Walhamdulillah, Wallohu Akbar.
Ibu/Bapak kembali kepada terapi suara/musik….. bahwa suara/musik  itu punya dua komponen, yakni…
-          vibrasi , dan
-          harmoni
vibrasi yang dihasilkan oleh suara (musik) dapat mempengaruhi fisik,
sedangkan harmoninya berpengaruh secara psikis. 
Jika vibrasi dan harmoninya tepat, musik dapat menimbulkan perasaan nyaman di dalam diri pendengarnya. Hal ini akan membuat metabolisme tubuh berfungsi secara maksimal, sehingga tubuh pun merasa lebih bugar dan sistem pertahanan tubuh bekerja lebih baik.
Kemudian….. Suara Bacaan Al-Quran pun memiliki tidak hanya  vibrasi dan harmoni,
Al-Quran juga memiliki kelebihan lain, menurut Abduddaim Kahel, yaitu :
-          Keserasian yang sempurna dalam kalimat dan Huruf Al-Quran
-          Ritme Kalimat-kalimat Al-quran yang serasi
-          Makna yang kaya yang dikandung setiap ayat Al-Quran.
Ibu/Bapak yang dirahmati Alloh….artinya bahwa Vibrasi dan Harmoni pada bacaan Al-Quran yang tepat ketika:
-          Makhroj yang benar
-          Tajwid yang benar
-          Bacaannya tartil
-          Penghayatan pada makna yang dikandung Al-Quran atau menurut Ibnul Qayyim sebagai adanya keselarasan pendengaran dzahir dan batin.
Dan keberhasilan Pengobatan ini menurut Ibnul Qayyim adalah:
-          Kesesuaian obat dengan penyakit,
-          Kesungguhan orang yang mengobati  (jika diobati orang lain) dan
-          orang yang diobati bisa menerimanya.
Menurut beliau, Jika tidak ada kelaikan pada salah satu unsur ini, maka kesembuhan
tidak akan terjadi.
Kemudian mendengar bacaan Al-Quran yang terbaik bagi penyembuahan adalah bacaan Al-Quran kita sendiri karena sel-sel tubuh lebih cepat menangkap getaran dan frekuensi suaranya sendiri (hal ini menurut Abduddaim kahel dan sesuai penemuan terbaru).
Di dalam Ash-Shahih disebutkan dari hadits Abul-Mutawakkil An-Najy, dari Abu Sa'id Al-Khudry, bahwa ada beberapa orang dari shahabat Nabi ShallallahuAlaihi wa Sallam yang melewati sebuah perkampungan arab yang kebetulan pemimpin kampung itu sakit terkena sengatan hewan, … Kemudian setiap orang di antara para shahabat itu membacakan Al-Fatihah. Seketika itu pula pemimpin kampung itu bangkit, seakanakan sebelumnya dia tidak pernah sakit…..mereka menceritakan kejadian ini kepada Nabi SAW. Beliau bersabda, "Apa pendapat kalian kalau memang Al-Fatihah itu benar-benar merupakan ruqyah? Terimalah imbalan itu dan sisihkan bagianku."
Ibu/bapak yang dirahmati Alloh bagi kita…akhirnya… dengan pengetahuan ini … mudah mudahan menjadi motivasi untuk melatih memperbagus bacaan Al-Quran kita…atau menjadi lebih giat lagi belajar tahsin… dan konsisten mendengar dan membacanya setiap hari….karena setiap huruf dari Al-quran akan diberi pahala dengan sepuluh kebaikan…. Di antara kebaikan tersebut …. salah satunya adalah…. Kesembuhan dan kesehatan bagi pembacanya… Wallohu’Alam.
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
-           



Tag : Catatan, Curhat
0 Komentar untuk "Ceramah Lima Menit: Terapi Suara Bacaan Al-Quran "
Back To Top