CURHAT Menebar Manfaat

Ceramah Lima Menit : Masyarakat Islami (1)

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem, dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak atau  syirk, artinya bergaul.
 Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.


 Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Seperti misalnya masyarakat bercocoktanam atau masyarakat petani, masyarakat pedagang , masyarakat pekerja/ karyawan, dll…. Keemudian contoh yang lebih luas….



Contoh  1, Masyarakat kapitalis : adalah  kumpulan orang-orang pemilik modal yang menjalankan system kapitalis….Kapitalis berasal dari kata capital, secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘modal’. Didalam sistem kapitalis, kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemilik modal, dimana dalam perekonomian modern pemilik modal dalam suatu perusahaan merupakan para pemegang saham.



Contoh 2. Masyarakat komunis: adalah kumpulan orang-orang yang diatur dengan system/ aturan komunis…..diantara aturan menurut mereka …. prinsip “keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis ialah “setiap orang menerima imbalan yang sama”.  Sistem ini membatasi kebebasan individu ….. sehingga secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.
 Sekarang apa yang disebut masyarakat islam?



Jika mengacu pada definisi di atas maka masyarakat islam  adalah sekelompok manusia / orang anggotanya yang terdiri dari orang-orang Muslim atau beragama Islam…. Plus system atau aturan islam atau yang kita kenal sebagai Syariat… kumpulan sejumlah orang beragama Islam  tidaklah otomatis  disebut  masyarakat Islam….. kalau nilai-nilai yang mengatur kehidupan sosialnya bukanlah aturan Islam.



Menurut  Sayyid Quthb bahwa, sistem masyarakat Islam sama sekali berbeda dengan sistem-sistem sosial yang pernah dikenal masyarakat Barat seperti sistem perbudakan,…. feodalisme, sosialisme…., komunisme ….maupun kapilitalisme…….. alasan utama dari keunikan masyarakat Islam dibandingkan masyarakat lainnya karena ……..masyarakat Islam itu bentukan syari’at yang khas yang datang dari sisi Tuhan…… Syari’at itulah yang telah membentuk masyarakat atas dasar apa yang Allah inginkan bagi hamba-Nya bukan atas kehendak segelintir manusia…..
 Alloh telah membuat sebuah gambaran atau perumpamaan yang sangat indah dalam Al-Quran bahwa……masyarakat islam itu sebagai sebuah kain yang telah dicelup dengan “celupan Alloh”, sebagaimana Alloh berfirman dalam surat 2:138, yang artinya sbb:



 "Celupan (Sibghah) Allah.Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya dibading sibghah Allah ? Dan hanya kepadaNYa kami menyembah". (QS 2:138)



 Bapak/Ibu …Mari kita renungkan bahwa mewarnai sesuatu itu banyak caranya…. bisa dicat/di poles…. Ditutup dengan sesuatu warna…. Atau di bungkus… tetapi di sini Alloh menggunakan istilah dicelup…..





Bapak / Ibu yang saya hormati….. Kemudian  Allah SWT mengistilahkan “Ibadah” sebagai… Mesin Pencelupan Alloh .., Mesin ini akan mewarnai “ benang” seorang muslim…. Celupan ini akan meresap ke seluruh sendi-sendi, memasuki setiap serat-seratnya, ketika benang ini menjadi kain maka muncullah penampakkan yang indah, warna yang memikat serta corak yang istimewa. Begitulah gambaran masyarakat islami  yang telah ter-shibghah oleh shibghah Allah.



 Bapak/Ibu Celupan Alloh akan mewarnai seorang muslim pada dua sisi…..



 Pertama….Sisi dalam yang terwarnai dalam siri seorang muslim mencakup warna aqidahnya yang lurus dan shahih, jauh dari penyimpangan dan kesesatan. Aqidah para sahabat shalafus shalih. Warna pemikirannya (fikrah) pun akan mencerminkan wawasan dan cara pandang Islami, selalu merujuk kepada nilai-nilai Islam. Selera dan perasaannya (su’ur) pun fitrah rabbaniah, selalu cenderung pada nilai-nilai Rabbani, nilai-nilai Islam. Ini adalah sisi dalamnya.



 Kedua…..sisi luarnya, akan nampak jelas pada seluruh sikap, perilaku atau akhlaknya. Celupan Allah akan menjadi warna istimewa yang menjadikan cirri khas seorang muslim (simat). ..



Bapak/Ibu  dengan demikian ibadah dan atas dasar ibadah… masyarakat Islam, menghadirkan ikatan-ikatan kerja, produksi, hukum, tatanan individu dan masyarakat, prinsip-prinsip perilaku, aturan interaksi dan seluruh tonggak bagi masyarakat yang khas, dengan corak yang jelas……
 Jadi kesimpulan menurut Sayyid Qutb….syari’at  Islamlah yang membentuk masyarakat Islam,… bukan sebaliknya…..
 Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al Jatsiyah ayat 18: yang artinya :



 “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat untuk urusan (agama yang benar). Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”  
 
 Ibu/ Bapak yang saya hormati akhirnya saya mengajak kususnya kepada diri sendiri… marilah kita mulai menyadari bahwa sesungguhnya Alloh memerintahkan kepada kita untuk beribadah kepadaNya adalah sedang mencelup kita untuk menjadi Muslim yang Indah yang disukai oleh sekeliling kita menjadi rahmatan lil 'alamiin…Marilah membuka diri selebar-lebarnya sehingga celupan Allah dapat meresap ke dalam seluruh sendi tubuh kita,…hati….. dan pikiran, ke dalam sikap dan perilaku kita. Perlahan celupan itu akan mewarnai diri kita, menjadi jatidiri kita sebagai seorang muslim.Amiin YRA.



Pustaka:











 

Tag : Catatan
0 Komentar untuk "Ceramah Lima Menit : Masyarakat Islami (1)"
Back To Top