CURHAT Menebar Manfaat

Ceramah Lima Menit: Masyarakat Islami (2)

Pada ceramah yang lalu telah dibahas bahwa masyarakat islami adalah kumpulan orang-orang muslim plus aturannya/ syariat. Masyarakat islami terbentuk setelah adanya syariat/aturan. Syariat tidak dibuat oleh anggota atau pun pemimpin masyarakatnya, akan tetapi diturunkan oleh Yang Maha Pencipta, Alloh SWT melalui Al-Qur’an dan dicontohkan oleh RasulNya Muhammad SAW. Karena syariat oleh Alloh SWT, yang tidak memiliki kepentingan apapun maka syariat sudah pasti lurus dan benarnnya. Masyarakat islami punya ciri yang khas berbeda dengan masyarakat yang lain karena masyarakat islami dibentuk oleh namanya ibadah. Ibarat benang, seorang mu’min adalah benang berwarna putih kemudian dicelup dengan yang namanya ibadah sehingga menjadi benang-benang memiliki warna. Setiap ibadah mencelup dengan warna tertentu, benang ditenun  sehingga menjadi kain dengan corak yang indah. Kain kemudian dijahit mejadi pakaian yang lebih indah. Siapa yang memakainya akan merasa bahagia, dan orang yang melihatpun akan senang pula.
Bapak/ibu itulah pakaian taqwa. Itulah pakaian hasil proses selama bulan Ramadhan. Ibadah saum dan rangkaian ibadah-ibadah lainnya menjadikan pribadi-pribadi unggul. Pribadi-pribadi unggul membentuk keluarga yang unggul, dan masyarakat unggul terbentuk dari keluarga-keluarga yang unggul pula. Masyarakat islami itulah masyarkat unggul, yaitu masyarakat bertaqwa.
Bapak/ibu ibadah ibadah saum  akan membentuk masyarakat islami jika didikan saum diaplikasikan dalam 11 bulan lainnya, karena saum memiliki lima (5) fungi sbb:
1.       Pelindung dari kejahatan
2.       Taqarrub Illalloh
3.       Mendidik keikhlasan
4.       Mendidik Disiplin
5.       Memperkokoh hubungan sesama


1.       Ibu/Bapak, pakaian ketaqwaan hasil dari ibadah saum terlihat indah karena adanya corak menahan diri atau pengendalian diri. Jika pengendalian diri ini tercelup menjadi kepribadian/ karakter makan akan menjadi pelindung dari kejahatan dan tetunya masyarakatnya akan aman, kalau RT/ RW menjadi RT/RW yang aman, kotanya jadi kota yang aman,dan seterusnya. Ibu/bapak maraknya kejahatan saat ini berpangkal dari tidak adanya pengendalian diri atau menahan diri.

2.       Ibu/Bapak, pakaian ketaqwaan hasil dari ibadah saum terlihat indah karena adanya corak yang bernama taqorrub Ilalloh, yaitu merasa dekat, dan di awasi oleh Alloh. Jika taqorrub ilalloh sudah tercelup menjadi kepribadian/ karakter maka akan menjadi masyarakat bebas korupsi.


3.       Ibu/Bapak, pakaian ketaqwaan hasil dari ibadah saum terlihat indah karena adanya corak yang bernama ikhlas, yaitu segala sesuatu hanya karena Alloh. Jika keikhlasan sudah tercelup menjadi kepribadian/ karakter maka akan menjadi masyarakat yang dikaruniai kemudahan. Jadi karyawan… karyawan ikhlas, jadi pedagang.. pedagang ikhlas, jadi pengusaha… pengusaha ikhlas. Betapa banyak sesuatu yang kita hadapi menjadi terasa sulit karena ketidak ikhlasan. Kita telah dididik ketika saum untuk menjadi ikhlas. Ada satu hadist yang diriwayatkan oleh Muslim,” Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, Alloh berfirman “kecuali saum, saum itu untuk Ku, dan Akulah yang membalasnya..dst”.
Ibu/bapak  segala sesuatu yang kita kerjakan akan bernilai ibadah salah satunya (kriterianya) kalau ikhlas karena Alloh. Sebagaimana kita ketahui rukun islam, sahadat, sholat, zakat, dan haji adalah ibadah yang kelihatan.. nah khusus untuk saum… saum adalah ibadah yang tidak kelihatan.. karena itu di bulan Ramadhan dengan saum kita dididik untuk menjadi ikhlas.


4.       Ibu/Bapak, pakaian ketaqwaan hasil dari ibadah saum terlihat indah karena adanya corak yang bernama disiplin, yaitu melaksanakan dengan tepat waktu. Jika disiplin sudah tercelup menjadi kepribadian/ karakter maka akan menjadi masyarakat teratur.

5.       Ibu/Bapak, pakaian ketaqwaan hasil dari ibadah saum terlihat indah karena adanya corak yang bernama kompak, yaitu hubungan yang erat antar sesama. Jika kekompakan sudah tercelup menjadi kepribadian/ karakter maka akan menjadi masyarakat yang kuat. Selama sebulan kita dilatih untuk selalu shalat berjamaah dengan pelaksanaan tarawih bahkan ada acara buka bersama atau ja’jil bersama, tadarus bersama, I’tikaf, zakat, dan shalat idul fitri, dll…. kesemuanya mendidik kebersamaan atau kekompakan.

Betapa indahnya masyarakat yang diwarnai sedikitnya 5 corak di atas. Itulah masyarakat islami yang kita cita-citakan. Semoga Alloh menjadikan kita masyarakat menjadi masyarakat yang bertaqwa. Karena hanya kepada masyarakat bertaqwalah Alloh menurunkan segala keberkahan…Amiin YRA. Alloh telah berfirman dalam QS.7:96


Demikianlah, mohon maaf atas segala kekurangan. Billaahi taufiq wal hidayah. Wassalaamu’alaikum wr.wb.
Tag : Catatan
0 Komentar untuk "Ceramah Lima Menit: Masyarakat Islami (2)"
Back To Top