CURHAT Menebar Manfaat

Ceramah Lima Menit: Rahasia Penghuni Surga


Bapak/Ibu calon penghuni surga rohimakumulloh....apa kabar Ibu/Bapak....Masih tetap semangat?...Insya Alloh....
Ketika membicarakan surga....saya teringat pada kisah seorang laki-laki anshor  yang diberitakan oleh Rasululloh SAW. kepada sahabat2 lainnya (Anas bin Malik) sebagai calon penghuni surga ....maka singkat cerita diadakan penyelidikan /pengamatan untuk mencari tahu amalan2 apa yang menyebabkan orang itu bakal masuk surga  ....tetapi  setelah dilakukan pengamatan beberapa hari dan juga pada malamnya (Anas bin Malik menginap dirumah laki-laki Anshor) hasil pengamatan Anas bin Malik disimpulkan bahwa orang itu tidak memiliki amalan yang istimewa bahkan biasa biasa saja...saking penasarannya maka Anas bin Malik menanyakan langsung kepada orang itu,”Sebenarnya amalan apa yang menyebabkan Anda dijuluki calon penghuni surga?”...maka jawab orang itu,”Wahai sahabat, seperti yang engkau lihat dalam keseharianku; aku seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang dapat aku sampaikan padamu. Setiap menjelang tidur, aku selalu berusaha membersihkan hatiku.Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku, kubuang semua perasan iri, dengki, dan perasaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang, hati besih dan ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasulloh SAW menjuluki aku demikian....”
Bapak/Ibu yang dirahmati Alloh kita sering mendengar cerita ini...dan kita sudah tahu bahwa hikmah dari kisah ini adalah tentang dahsyatnya memaafkan....kenapa memaafkan ini dahsyat?...ya..karena balasannya surga....
Tetapi....Memaafkan itu tidak mudah..Bapak/Ibu... Mungkin Bapak/Ibu pernah mengalami atau mendengar pengalaman saudara kita yang mengatakan, “Saya itu sudah memaafkan si ibu/si bapak itu”....”tetapi ketika saya ketemu dengannya...koq ada perasaan tidak nyaman...bahkan kalo bisa ..saya menghindar untuk ketemu dia....”
Dari kalimat pernyataan itu apakah dia sudah benar-benar memaafkan?
Bagi saya ini mengusik keingin-tahuan saya untuk menggali lebih dalam di satu sisi tentang kenyataan sesungguhnya  di kehidupan sehari-hari betapa tidak mudahnya kita  memaafkan kesalahan orang lain apalagi orang itu nyata-nyata telah menyakiti hati kita.....dan kemudian  di sisi lain mencari cara bagaimana memaafkan itu menjadi mudah...
Bapak/ibu kemudian Saya  membaca tulisan dari Bapak Adi.W.Gunawan (seorang pakar hipnoterapi) beliau menulis, memaafkan itu harus pada level pikiran bawah sadar...bukan hanya pikiran sadar....kenapa?  menurut beliau,karena emosi dan memori/ingatan  tentang suatu kejadian (termasuk yang menyakitkan) itu ada di pikiran bawah sadar....kita perlu masuk ke lokasi yang tepat kepikiran bawah sadar untuk melakukan forgiveness/memaafkan. Dengan cara ini baru bisa efektif, efisien dan permanen hasilnya....
Kalo Bapak/Ibu masih sedikit asing dengan istilah pikiran bawah sadar....izinkan saya menjelaskan tentang teori pikiran manusia yang berkembang saat ini...menurut teori ini bahwa pikiran manusia itu terbagi dua yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar....atau mungkin hampir sama dengan sebutan alam sadar dan alam bawah sadar.....bapak/ibu pikiran bawah sadar ini bukan  berarti “pikiran tidak sadar” tetapi pikiran bawah sadar ini pikiran yang keberadaaannya tidak kita sadari...dan menurut penelitian diketahui bahwa pengaruhnya  pada kehidupan manusia ...pikiran sadar hanya menyokong porsi 12% sedangkan pkiran bawah sadar 88%.
Untuk membuktikan bahwa pikiran bawah sadar ini lebih kuat.....saya mengambil contoh sbb: Bapak/Ibu senang nggak minum es cendol?....seneng...wah segar ya...
Tapi sekarang coba bapak/ibu maaf....minum es cendolnya tidak pake gelas tapi pake pispot?......pispot baru...ibu/bapak...Nah..kalo ibu /bapak tidak sanggup meminumnya atu tidak seenak kalo pake gelas...itulah pengaruh pikiran bawah sadar.....karena di pikiran bawah sadar sudah mengenal kalo pispot itu untuk.....
Begitu juga dalam memaafkan, kalo memaafkan...hanya pada pikiran sadar tetapi pikiran bawah sadarnya belum....maka pikiran bawah yang  kuat yang akan muncul sehingga... akan merasakan tidak nyaman atau berusaha menghindari orang atau kejadian serupa....
Bapak/Ibu bahwa ketika pikiran bawah seseorang tidak mampu memaafkan....apalagi ketika kejadian itu sangat serius...itu akan membekas hingga berpengaruh pada kehidupan sehari-hari....bisa berpengaruh pada kesehatan, perilaku dll...saya ambil contoh kejadian nyata..ada seorang Bapak usianya 51 tahun...dia kalo berbicara  gagap...dan ternyata setelah melalui sesi terapi terungkap bahwa pada saat usia 3 tahun ada kejadian saat dia menangis...kemudian disuruh diam tetapi anak ini terus saja menangis kemudian dimarahin habis-habisan/ dibentak-bentak supaya diam...diancam dipukul kalo dia tidak diam.....ya karena maklum kanak-kanak terus saja menangis.....ya terjadilah pemukulan....sejak saat itulah  dia jadi gagap kalo bicara....bapak/ibu bisa bayangkan selama 48 tahun dia tidak mampu memaafkan bapaknya....dan dia menderita gagap bicara....
Bapak/Ibu..saya tidak menganjurkan untuk menjalani  sesi hipnoterapi....untuk mencapai pikiran bawah sadar agar mudah untuk memaafkan...Subhanalloh....ternyata rahasianya ada pada kisah sekaligus hadist tadi.....ibu/bapak....sebagaimana sahabat anshor di atas...dia bilang “Setiap menjelang tidur, aku selalu berusaha membersihkan hatiku.Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku, kubuang semua perasan iri, dengki, dan perasaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang, hati besih dan ikhlas”...Ternyata...saat menjelang tidur itulah...pikiran bawah sadar terbuka ....sehingga memaafkan pada saat itu akan cepat  menghapus luka-luka sakit hati kita...
Bapak/Ibu ...yang sudah rutin melakukan tahajud/shalat malam ...di saat itulah saat terbaik untuk melakukan doa termasuk memaafkan orang lain....dan membersihkan hati dengan istighfar....
Bapak/ibu yang selain kita memaafkan orang lain kita juga perlu memaafkan diri sendiri....karena tidak menutup kemungkinan pada saat kita punya keinginan sering menuntut terlalu keras kepada diri sendiri...menghukum diri sendiri jika tidak tercapai....dan akhirnya timbulah keluhan berupa penyakit...tidak memaafkan diri sendiri juga akan timbul masalah......Ada cerita nyata juga yang dialami teman saya di tempat kerja...teman saya ini sudah menikah dan punya anak yang masih belum sekolah...teman saya bersama  istrinya  merantau di bandung dan anaknya dititipkan di orang tuanya di jawa...satu saat dia sakit  kulit (semacam borok) sudah berobat ke dokter dan ternyata Alloh belum memberi  kesembuhan...berobat ke doketr lain borok itu tidak juga mau sembuh..... Kemudian satu saat dia menceritakan kepada saya tentang penyakitnya yang tidak sembuh sembuh....saya waktu itu cuma bertanya..mungkin ada keinginan yang belum kesampaian?.... dia kemudian ...mengingat ingat (dalam keadaan tenang)...dan kemudian dia jawab,”Oh...pak saya ini punya anak di jawa...saya merasa bersalah suka keingatan terus kalo nanti anaknya masuk sekolah ingin diantar bapak/mamahnya...” .... kemudian waktu itu saya hanya menyarankan untuk berpasrah karena mungkin belum saatnya..dan..tidak menyesali tentang keadaan diri yang belum bisa menjadi orang tua sepenuhnya...dan coba sugestikan(katakan dalam hati)  pada diri sendiri bahwa Alloh akan menyembuhkan penyakitnya..Alhamdulillah teman saya ini kemudian bisa sembuh......
Ternyata Bapak/Ibu dalam ilmu kesehatan itu ada yang namanya penyakit psikosomatik..sebenar nya pikiran sadar itu bekomunikasi dengan bawah sadar melalui lima cara , tetapi  umumnya pikiran  bawah sadar menyampaikan pesan melalui perasaan dan emosi tertentu. Bila emosi ini tidak ditanggapi atau diperhatikan maka ia akan menaikan level intensitasnya menjadi suatu  bentuk gangguan fisik dan terjadilah disebut dengan penyakit psikosomatis…
Akhirnya marilah kita menyimak ayat Al-Quran tentang ciri-ciri orang bertaqwa itu diantaranya adalah menahan amarah dan memaafkan orang lain seperti dalam QS.3:133-134:



 
dan  bahwa ciri-ciri orang yang benar-benar memaafkan  itu dadanya menjadi lapang  seperti dalam QS. 24:22.:
Wallohu’alam.


Tag : Catatan, Curhat
0 Komentar untuk "Ceramah Lima Menit: Rahasia Penghuni Surga"
Back To Top