CURHAT Menebar Manfaat

Ceramah Lima Menit: Menghafal Alquran Jadi Mudah dan Menyenangkan dengan Ritme Otak

Assalaamu'alaikum wr. wb. 

Dalam kesempatan subuh ini saya akan mengemukakan Satu ayat dalam alQuran tetapi Alloh SWT. mengulangnya sampai emapt kali. Bagaimana bunyi ayatnya? 

Allah SWT berfirman: 

 

Artinya :" Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?[S. al-Qamar: 17] "

 Bapak/ Ibu yang dirahmati Alloh SWT. Kemudian kalau kita membaca tafsir Jalalain karangan Jalaludin as-suyuti akan kita temukan tafsirya sbb : 

"(Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran) Kami telah memudahkannya untuk dihafal dan Kami telah mempersiapkannya untuk mudah diingat (maka adakah orang yang mengambil pelajaran?) yang mau mengambilnya sebagai pelajaran dan menghafalnya. Istifham di sini mengandung makna perintah yakni, hafalkanlah Alquran itu oleh kalian dan ambillah sebagai nasihat buat diri kalian. Sebab tidak ada orang yang lebih hafal tentang Alquran selain daripada orang yang mengambilnya sebagai nasihat buat dirinya. "

 Bapak/ibu yang dirahmati Alloh, Alloh SWT. mengulangi firmanya pada ayat ke 22, 32 dan 40. Apa makna sesungguhnya dari pengulangan ini?, hanya Alloh SWT yang mengetahuinya. Para ulama menganalisa dan kemudian mengemukakan pendapatnya diantaranya seperti imam zarkasyi dalam bukunya Al Burhan menyatakan bahwa pengulangan itu mempunyai makna menegaskan atau menguatkan. Jadi kalau dalam bahasa kita itu menunjukkan bahwa Alquran itu benar-benar sudah dibuat mudah. Tetapi yang jadi pertanyan kita lagi adalah apakah kita yakin bahwa Alquran itu mudah?. Di sinilah peranan ilmu untuk menjelaskan bagaimana Al-quran bisa menjadi mudah untuk diingat. 

Bapak/ ibu yang dirahmati Alloh. Pekerjaan mengingat adalah salah tugasnya otak. Ternyata menurut ilmu pengetahuan yang berkembang menyatakan bahwa : 

Otak terbagi atas otak kiri dan otak kanan. Fungsi otak kiri berkaitan dengan logika, angka, tulisan, kecerdasan, hitungan, analisa, dan untuk ingatan jangka pendek (short term memory). Sedangkan otak kanan digunakan untuk kreativitas, imajinasi, musik, warna, bentuk, emosi dan untuk ingatan jangka panjang (long term memory). Ingatan kita akan lebih bertahan lama jika dalam mengingat menggunakan otak kanan.. Sayangnya, lebih banyak orang yang menggunakan otak kiri dalam proses mengingat. Otak kiri kebanyakan orang lebih berkembang tanpa diimbangi perkembangan otak kanan. Karena otak kiri merupakan ingatan jangka pendek, maka informasi yang disimpan di otak kiri akan lebih mudah terlupakan. Oleh karena itu, jika ingin menyimpan dalam otak kanan, informasi harus diubah menjadi cerita, gambar atau musik(ritme/irama).

 Bapak/Ibu yang dirahmati Alloh SWT. berdasarkan pengetahuan di ataslah kemudian muncul cara/ metode menghafal dengan cara mendengarkan. Menrut pengalaman seseorang yang bernama Abdud da'im al-Kahiil dari Mesir menyatakan bahwa mendengarkan bacaan seorang qori  secara berulang-ulang membuat pikiran bawah sadar kita menjadi terbiasa dengan Al-Quran yang pada akhirnya akan mendatangkan hafalan yang permanen.

 Dengan mendengarkan, interaksi kita dengan Al-Quran menjadi lebih luas, karena mendenrkan bisa dkerjakan sambil melakukan aktifitas lain, seperti menyapu, nyetir mobil dll.

Jadi pada kesempatan ini, mengajak khususnya kepada saya pribadi dan umumnya kepada bapak/dan ibu untuk sama-sama melakukan "aktifitas" mendengarkan Al-quran menjadi kebiasaan baru kita disamping kegiatan membaca Al-Quran. 

Dan mudah-mudahan kebiasaan mendengar al-quran menjadi lebih menyenangkan dari musik apapun sehingga setiap waktu akan menjadi ibadah.

Wassalaam'alaikum wr. wb.


Tag : Catatan, Curhat
0 Komentar untuk "Ceramah Lima Menit: Menghafal Alquran Jadi Mudah dan Menyenangkan dengan Ritme Otak"
Back To Top